Mutasi
Mutasi ditemukan oleh seorang Belanda
bernama Hugo de Fries dalam bukunya Mutation Theory. Ia menyatakan bahwa mutasi
adalah perubahan dalam urutan nukleotida pada DNA, atau perubahan materi
genetik yang terjadi dalam sel. Mutasi dapat terjadi di sel somatik
(tidak diturunkan) maupun sel gamet (diwariskan pada keturunan).
a. Pada sel somatik,
mutasi yang terjadi pada sel-sel soma (tubuh)
• Tidak dapat
diwariskan.
• Mutasi yang
terjadi pada saat dalam kandungan, contoh penyakitnya adalah bibir sumbing,
kanker, pembelahan sel yang tak terkontrol.
• Penyebab-penyebabnya
adalah sinar X obat-obatan yang mutagenik, dan lain-lain.
b. Pada sel gamet, mutasi yang terjadi
pada sel gamet (kelamin)
• Dapat
diwariskan.
• Mutasi gen
yang terjadi dalam gamet disebut MUTASI AUTOSOMAL.
• Mutasi gen
yang terjadi pada kromosom kelamin disebut MUTASI TERTAUT KELAMIN.
Agen penyebab mutasi = Mutagen
Makhluk hidup yang mengalami
mutasi = Mutan
Syarat Mutasi:
1.
Adanya perubahan pada materi genetik. 2. Perubahan tersebut bersifat dapat
atau tidak dapat diperbaiki. 3. Hasil perubahan tersebut diwariskan secara
genetik pada keturunan berikutnya.
Karakter suatu mutan:
1. Gen yang mengalami mutasi pada suatu
individu, biasanya adalah gen resesif, sehingga dalam keadaan
homozigot karakter perubahannya belum dapat dilihat.
2. Gen yang mengalami mutasi umumnya
bersifat lethal, sehingga jumlah makhluk hidup yang mengalami mutasi tampak
sedikit.
3. Individu yang mengalami mutasi
biasanya mati sebelum dilahirkan atau sebelum dewasa.
Sumber Mutasi:
1.
Mutasi
Alami (Sinar UV, Sinar Radioaktif)
2.
Mutasi
Buatan ( Terapi, Deteksi penyakit, Senjata Nuklir, Televisi, Pemakaian bahan
kimia, biologi, fisika)
Contoh mutasi berdasarkan bahan
penyebabnya:
1.
Bahan Fisika, adalah mutasi yang disebabkan oleh bahan
fisika, antara lain :
·
Sinar
kosmis, sinar ultraviolet, unsur radioaktif seperti thorium, uranium, radium
dan isotop K.
·
Alat
nuklir dapat mlepaskan energi yang besar yang dapat menimbulkan radiasi
pengionisasi.
·
Radiasi
sinar X, a, b, g
·
Neutron
·
Suhu
tinggi
·
Sinar
Ultraviolet membawa energi yang sangat besar. Energi yang dihantarkan diserap
oleh DNA yang dapat menyebabkan eksitasi elektron pada basa nitrogen. Contoh
mutasi dari sinar UV adalah mutasi pigmen kulit (melanin) menjadi melanorma
(kanker kulit).
·
Sinar
Radioaktif, Seperti uranium dan radium yang masuk ke dalam tubuh dapat mengubah
susunan gen dan kromosom
2. Bahan
Kimia, adalah mutasi yang disebabkan oleh bahan kimia, antara lain :
·
Pestisida,
seperti DDT, BHC
·
Agen
alkilase, seperti mustard, dimetil, dimetilsulfat, eter mulan sulfat, dapat
memberikan gugus alkil yang bereaksi dengan gugus fosfat dari DNA yang dapat
mengganggu replikasi DNA.
·
Hidroksil
Amino (NH2OH) merupakan mutagen pada bakteriofage yang dapat
menyerang sitosina DNA dan urasil pada RNA.
·
Eosin,
eritrin dan fluoresen
·
Peroksida
organik
·
Fe
dan Mg
·
Formaldehide
·
Asam
nitrit, natrium nitrit
·
Antibiotik
·
H2O2
·
Glikidol
·
Kolkisin
3. Bahan
Biologi, adalah mutasi yang disebabkan oleh bahan biologi atau makhluk
hidup.
·
Mikroorganisme
berupa virus, bakteri, dan penyisipan DNA.
·
Tidak
kurang dari 20 macam virus dapat menimbulkan kerusakan kromosom. Bagian dari
virus yang mampu mengadakan mutasi adalah asam nukleatnya yaitu DNA.
Dampak Mutasi:
·
Jika terjadi di sel
soma (sel vegetatif) menimbulkan kanker.
·
Jika
terjadi di sel generatif hasil mutasi diturunkan
·
Bila
mutasi terjadi pada sel soma dari janin maka akibatnya:
1.
Teratogen
(cacat sejak lahir),
2.
Beberapa
mutasi dapat menyebabkan letal (kematian).
Mutasi yang menyebabkan kematian adalah
merupakan usaha untuk menjaga keseimbangan genetika dalam suatu
populasi. Bila mutasi berjalan terus menerus dari generasi ke
generasi dapat muncul turunan baru yang sifatnya berbeda dengan moyangnya,
sehingga terjadilah peristiwa evolusi.
Pengaruh negatif mutasi buatan :
·
Poliploid
umumnya gagal menghasilkan keturunan secara generatif.(tetap menguntungkan bila
diperbanyak secara vegetatif.)
Manfaat Pengetahuan Mutasi:
·
Bidang
Pertanian - Tanaman Polipoid
o
Tanaman
Poliploid (dengan Kolkisin) = Buah besar, kandungan gizi tinggi, biji steril,
terapi pertumbuhan lambat.
·
Bidang
Kedokteran - Sinar X, Sinar α
o
Sinar
X menghambat perkembangan dan membunuh sel tumor
o
Sinar
α --> berasal dari
logam kobalt radioaktif. Digunakan dalam menghancurkan sel yang tidak
diinginkan, seperti sel mutan atau tumor.
Berdasarkan Jenis Materi Genetik:
Mutasi Genetik
Mutasi gen adalah perubahan yang terjadi
pada susunan molekul DNA atau gen.
* Mutasi gen terjadi pada susunan
kimianya (DNA).
• Struktur
kimia gen berubah --> fungsinya berubah.
• Gen yang mengalami mutasi
pada sel-sel tubuh (sel somatis) perubahan diturunkan ke sel
anakan melalui pembelahan mitosis.
• Bila gen yang
mengalami mutasi terdapat pada sel kelamin (gamet) maka
perubahan akan diwariskan pada keturunannya.
Macam-Macam Mutasi Gen :
·
Mutasi
Substitusi
o
Transisi:
pu-pu, pi-pi dan Tranversi :pu-pi, pi-pu
o
Insersi
dan Delesi
o
Mutasi
Ganda (Triplet), insersi maupun delesi 3 basa nitrogen secara bersamaan
o
Mutasi
Bingkai (Frameshift), insersi maupun delesi 1 basa nitrogen
• Mutasi
Diam, Penggantian basa nitrogen tanpa adanya perubahan
• Mutasi
Salah Arti , Penggantian basa nitrogen sehingga mengubah hasil protein
• Mutasi
Tak Bermakna, Penggantian basa sehingga menyebabkan STOP KODON.
·
Mutasi
Kromosom, perubahan jumlah, struktur, maupun susunan gen dalam kromosom.
o
Delesi, merupakan
aberasi yang terjadi karena kekurangan segmen kromosom.
§
Delesi
Terminal, hilangnya ujung kromosom.
§
Delesi
Intertitial, hilangnya bagian tengah kromosom.
§
Delesi
Cincin, hilangnya segmen kromosom sehingga berbentuk cincin.
§
Delesi
Loop, Delesi cincin yang membentuk lengkungan saat meiosis, sehingga
memungkinkan homolognya normal
o
Duplikasi,
Merupakan aberasi yang terjadi akibat kelebihan segmen kromosom
o
Translokasi,
Pertukaran segmen kromosom.
§
Translokasi
Homozigot, kromosom non-homolog saling bertukar.
§
Tranlokasi
Heterozigot, kromosom memberikan fragmen, tetapi tidak menerima.
§
Translokasi
Robertson, penggabungan 2 kromosom menjadi 1.
o
Inversi,
Perubahan urutan basa nitrogen oleh karena terpilinnya gen saat meiosis
§
Inversi
Perisentrik, Inversi yang melibatkan sentromer.
§
Inversi
Parasentrik, inverse yang tidak melibatkan sentromer.
o
Isokromosom,
pembelahan sentromer yang tidak sempurna, mengakibatkan sentromer dengan lengan
identik.
o
Katenasi,
dua kromosom yang membelah, namun ujung lengannya saling berikatan membentuk
cincin.
Mutasi karena perubahan Set Kromosom:
1. Aneuploid : An (tidak), eu
(benar), ploid unit). Mnyebabkan Sindrom.
- monosomik ( 2n – 1 )
- monosomik ganda
(2n-1-1)
- nulisomik ( 2n – 2 )
- trisomik ( 2n + 1 )
- trisomik ganda
(2n+1+1)
- tetrasomik ( 2n +2 )
Sindroma yang dihasilkan :
·
Sindroma
Patau (Trisomi pada autosom 13-15)
Kariotipe : 45A + XY dan 45A + XX
Ciri : bibir sumbing, kepala kecil,
tuli, IQ rendah, galaktosemia, cacat mental, memiliki celah bibir, mata kecil,
adanya kelainan otak, jantung, dan usus, tangan dan kaki tampak rusak.
·
Sindroma Edwards (Trisomi pada autosom 16-18)
Kariotipe : 45A + XX atau 45A + XY
Ciri : kelainan alat tubuh/organ
dalam, mulut kecil, retardasi (keterbelakangan) mental, di antara jari tangan
ada selaput, kelainan jantung, kantong kemih dan kelamin, kepala kecil, telinga
terletak lebih rendah, rahang bawah rendah.
·
Sindroma
Down (Mongolisme) (Trisomi pada autosom 21)
Kariotipe : 47A + XY atau 47A + XX
Ciri : jari-jari tangan pendek dan
tebal disebut tapak monyet , memiliki tubuh pendek, wajah bulat, kepala lebar,
mulut selalu terbuka, meliki lipatan pada kelpak mata, hidung dan mulut
biasanya tampak kotor, IQ penderita sindroma down umumnya rendah yaitu 25-75.
·
Sindrom Cri du (Trisomi pada autosom ke-5)
Kariotipe: 47A + XY atau 47A + XX
Ciri : fenotipe laki-laki tetapi
memperlihatkan tanda-tanda perempuan seperti tumbuh payudara, testis mengecil,
mandul/steril, retardasi mental, pinggul besar,dada sempit, tubuh cenderung
tinggi, suara nyaring, rambut badan tidak tumbuh, lengan dan kakinya panjang,
berkelamin laki-laki.
·
Sindrom Klinefelter (trisomi pada seks) (Hanya pada
laki-laki)
Kariotipe: 44A + XXY
Ciri : fenotipe laki-laki tetapi
memperlihatkan tanda-tanda perempuan seperti tumbuh payudara, testis mengecil,
mandul/steril, retardasi mental, pinggul besar,dada sempit, tubuh cenderung
tinggi, suara nyaring, rambut badan tidak tumbuh, lengan dan kakinya panjang,
berkelamin laki-laki.
·
Sindrom Jacob (Trisomi pada Gonosom)(Hanya pada
laki-laki)
Kariotipe : 44A + XYY
Ciri : sadis, perilaku kasar,
agresif, wajah menyeramkan dan menakutkan, watak krimimal, antisosial, IQ di
bawah normal (80-95), perampok, pemerkosa, pembunuh.
·
Sindrom Turner (monosomi pada kromosom)
Kariotipe : 44A + X
Ciri : tubuh pendek, leher pendek
dengan pangkalnya bersayap, tanda-tanda kelamin sekunder tidak tumbuh, dan
kulit pada leher sangat kendur, ovarium tidak sempurna, mandul.
2. Euploid (eu = benar, ploid =
unit), menyebabkan kelebihan atau kekurangan 1 atau lebih
set kromosom
- Monoploid (n)
- Triploid (3n)
- Tetreploid (4n)
- Poliploid (4n lebih)



0 komentar:
Posting Komentar