Hereditas dan Hukum Mendell
Sebelum dimulai, sebaiknya kita mempelajari
istilah-istilah yang akan kita temui dalam post ini:
1. Parental (P): induk/orang tua
2. Filial (F): keturunan (generasi) yang
diperoleh sebagai hasil perkawinan parental.
Keturunan 1 = F1, F2, dst.
3. Dominan: sifat yang muncul
pada offspringnya, artinya dalam suatu perkawinan sifat
ini dapat mengalahkan sifat pasangannya.
Gen dominan=gen yang dapat mengalahkan/menutupi gen
lain yg adalah pasangan alelnya
4. Resesif: sifat yang tidak muncul
pada keturunannya, artinya sifat ini dikalahkan (ditutupi oleh
sifat pasangannya)
Gen resesif=gen yang ditutupi oleh gen lain yang
merupakan pasangan alelnya.
5. Genotipe: susunan genetik sifat
individu – penyebab munculnya sifat pada fenotipe
Contoh: T=gen 4 tinggi, t= gen 4 pendek - (tinggi
>pendek)
Maka: TT or Tt = genotipe, fenotipe: tall
tt = genotipe, fenotipe: short
6. Fenotipe: sifat lahiriah; bentuk luar
yang dapat diamati/dilihat (F = G + E)
7. Alel: anggota pasangan gen, punya sifat
alternatif sesamanya (gennya pada lokus
yang bersesuaian/berdampingan)
Alel dominan=alel yg punya efek fenotip yg sama
baik. dapat ditemukan pada homozigot / heterozigot
8. Homozigot/Homozygous: pasangan ke 2
alel dengan gen sama
Cth: Homozigot dominan=BB, AA, TT
Homozigot resesif= bb, aa, tt
9. Heterozigot: pasangan ke-2 alel
dengan gen tidak sama (Contoh: Aa, Bb, Tt)
10. Pembastaran: perkawinan antara ke2
inividu yg punya sifat beda.
11. Hibrida= keturunan hasil penyerbukan
silang dgn sifat2 yg berbeda. Variasinya adalah:
Monohibrida=hibrida yg punya 1 sifat beda
Dihibrida= ________”________ 2 sifat beda
trihibrida= ________”________ 3 ___”_____
Polihibrida= _______”_______ byk ___”___
Tanaman hibrida merupakan hasil persilangan
karakter dominan, sehingga selalu menunjukkan sifat dominan
Gamet adalah sebutan untuk sel
reproduktif; seperti sel telur/butiran serbuk sari. Ada beberapa cara yang
dapat digunakan untuk mencari jumlah gamet, yaitu:
Sistem
garpu:
1. Jika alel pertama bentuknya sama
maka diambil 1 saja; Jika berbeda ambil keduanya.
2. Dempetkan dengan alel berikutnya
dengan ketentuan keterangan yg sama dg “ no 1”
Cth:
AA à gamet= A
AaBB àA dan a berbeda
jadi ambil ke-2nya & dempetkan dengan B
Gamet: A & B = AB; a & B = aB
Fungsi kuadrat:
2n ; n= jumlah alel yg berbeda; Cth: AA= 20=1,
AaBb=22 =4
Hereditas adalah suatu prinsip
genetika yang menjelaskan mekanisme pemindahan sifat dari orang tua
ke keturunan (hereditas = hipotesis “pencampuran”). Pada jurusan
biologi dipelajari di bidang GENETIKA (ilmu yg memelajari tentang
pewarisan sifat). Dalam prinsip ini, proses perkawinan = persilangan.
Format dasar persilangan
P:
AA (TINGGI) X
aa (pendek)
G:
A
a
F1:
Aa
P: AaBb
(Tinggi Besar) X aabb (pendek kecil)
G: AB,
Ab, aB, ab
ab
F1: AaBb,
Aabb, aaBB, aaBb
Berikut adalah perkembangan teori hereditas dengan
berlangsungnya waktu:
Zadul (pra Mendel): orang anggap sifat
diturunkan melalui darah (darah bangsawan untuk keturunan bangsawan).
Pengetahuan genetika sudah ada dan
berkembang pada 6000 tahun lampau:
bangsa Babilonia: menyusun silsilah kuda
bangsa China: menyeleksi benih padi à cari
sifat unggul
bangsa Eropa & USA: cross pollination pada jagung
& gandum.
Gregor Mendel (1882-1884): peletak prinsip
hereditas
GREGOR JOHANN MENDEL lahir tanggal 22 Juli 1822 di Heizendorf,
Cekoslowakia. Ia adalah anak dari suami-istri petani kecil dan ia
masuk ke Agustinian Monastery di Bono in Modem-Day Chekoslovakia pada umur 21
thn. Mendel belajar sheep-breeding & hybridization of
plants
Eksperimen mendell dilakukan pada sekolah tersebut
(sekolahnya menyediakan kebun eksperimen). Mendell pun bereksperimen
pada tanaman kacang kapri dan biasanya ia melakukan praktek pea
plants self-pollinationsecara manual.
Berikut hasil eksperimen mendell:
1) F1 generation of hybrid plants
were all tall
2) Some short plants began to
emerge on the F2 generation
3) Mendel realized: the dominant
trait (the tall ones), the
recessive trait (the short ones)
4) the results are = 16 plants: 12 tall, 4 short
Persilangan tanaman kapri atau ercis (Pisum sativum) karena
melakukan penyerbukan sendiri, memiliki 7 sifat kontras (warna bunga, tinggi
tanaman, dll).
Setelah eksperimen ini, Mendell pun mencetuskan Mendel 4 classical laws,
yaitu:
1. “atom of inheritance”/ pewarisan
atom à gen (sifat bawaan)
2. Setiap induk memberikan setengah dari gen anak; setiap
individu memiliki 2 gen berkaitan dengan sifat tertentu.
3. gen dengan banyak bentuk dan variasi dinamakan “alel”. Ada
alel dominan dan juga alel resesif.
4. setiap alel diturunkan secara rata. Kombinasi yang dihasilkan
seharusnya tetap/ tidak berubah
Kesimpulan dari eksperimen mendel adalah bahwa:
Hibrid adalah hasil persilangan dua individu dengan
tanda beda.
Karakter (sifat) dari keturunan suatu hibrid selalu
timbul kembali secara teratur dan ini memberi petunjuk bahwa ada faktor yang
mengambil dalam pemindahan sifat.
Apabila faktor-faktor keturunan mengikuti distribusi yang logis, maka pola
akan diketahui dengan cara persilangan.
Variasi alel
dominan-resesif pada manusia:
|
No
|
Sifat Fisik
|
Dominan
|
Resesif
|
|
1
|
Pipi
|
Berlesung pipi
|
Tidak berlesung pipi
|
|
2
|
Rambut kepala
|
Botak
|
Tidak botak/berambut
|
|
3
|
Bulu mata
|
Panjang
|
Pendek
|
|
4
|
Hidung
|
Besar lebar
|
Kecil, sempit
|
|
5
|
Lidah
|
Dapat menggulung
|
Tidak dapat menggulung
|
|
6
|
Ibu jari
|
Dapat melipat smp pergelangan
|
Tidak dapat melipat
|
|
7
|
Tinggi badan
|
Pendek
|
Tinggi
|
|
8
|
Rambut
|
Ikal, keriting, berombak
|
Lurus
|
|
9
|
Paruh rambut
|
Spt paruh
|
Rata
|
|
10
|
Warna Mata
|
coklat
|
Biru
|
Setelah eksperimen tersebut, mendell pun mencetuskan Hukum
Mendell 1 dan 2:
Hukum Mendel I: Monohibrid bersilang dengan tanaman kacang
kapri – F1xF1
“Prinsip segregasi secara
bebas : pemisahan gen sealela = pemisahan gen secara bebas”
Instruksi pengerjaan: Mengawinkan “smooth seed”
(SS) x “wrinkled seed” (ss)
tentukan parental, gamet, filial (F1), segregasi/self-pollination
(F1xF1), gamet, F2
tentukan genotipe, fenotipe dan ratio-nya
tentukan dominan atau resesif-kah, dan
homozigot atau heterozigot genotipenya.
Segregasi adalah suatu keadaan ketika
tanaman hibrida menurunkan 1 faktor dari masing-masing tetua dan juga mempunyai
2 faktor yg berbeda. ketika terbentuk gamet ♀ dan ♂ pada pemisahan alel, maka
berkembanglah sifat dominan ataupun sifat resesifnya (tetapi tidak
keduanya). Sifat tersebut terpisah ketika gamet ♀dan ♂ dibuat.
Sifat organisme dibedakan dari alelnya
yang menggunakan pola fenotipe dan genotipe
Hukum Mendell II: Asortasi/ pengelempokkan bebas. pada
hukum ini, terjadi persilangan dihibrid dimana induk memiliki 2 sifat yang
berbeda; dan diatur oleh 2 gen lain.
“Pengelompokkan gen secara bebas: pemilihan
kombinasi secara bebas = prinsip berpasang-pasangan secara bebas”
Cth: P
genotype:
SSYY
x
ssyy
Phenotype: smooth yellow
seed
wrinkled green
Gametes: SY
sy
F1: SsYy
Segregasi: SsYy
X SsYy
G: SY,
Sy, sY, sy
SY, Sy, sY, sy
F2:
Prinsip Hereditas Mendell adalah:
I. Mendapatkan GALUR MURNI dari 2 karakter tanaman
a. Karakter ke-1 = permukaan benih
(SS x SS à SS / ss x ss à ss)
b. Karakter ke-2 = warna benih
(YY x YY à YY / yy x yy à yy)
II. Sesama galur
murni dalam 1 sifat disilangkan
(SS x ss à Ss), (YY x yy à Yy)
: Monohibrida – Mendel I
III. Hasil
persilangan dari monohibrid yaitu Ss dan Yy
(2 sifat beda) disilangkan – Hk. Mendel II
Segregrasi independen:
Berikut adalah 4 jenis persilangan yang dapat terjadi:
Monohibrid/ single gene: adalah cara untuk menurunkan sifat dominan-resesif, dimana 50% protein
dari alel dominan ditunjukkan pada fenotip.
|
No.
|
Cross
|
Genotype F1
|
Fenotype F1
|
|
1
|
GG >< gg
|
All Gg
|
All green
|
|
2
|
Gg >< Gg
|
1 GG : 2 Gg : 1 gg
|
3 green : 1 yellow
|
|
3
|
GG >< GG
|
All GG
|
All green
|
|
4
|
gg >< gg
|
All gg
|
All yellow
|
|
5
|
Gg >< GG
|
1 GG : 1 Gg
|
All green
|
|
6
|
Gg >< gg
|
1 Gg : 1 gg
|
1 green : 1 yellow
|
Dihibrid/ two or more gene:
Backcross dilakukan dengan menyilangkan suatu
individu dengan induknya(genotip induknya) dengan mengisolasi suatu gen
yang dapat ditemukan pada induknya, maka fenotip dari individu tersebut pun
dapat diketahui.
Cth: Ss x
SS à 1 SS dan 1 Ss. Hsl: Smooth dominan terhadap wrinkled
Testcross dilakukan
untuk mengetahui genotip individu dengan fenotip dominan.hal ini dilakukan
dengan persilangan antara individu dengan homozigot resesif
|
Jumlah macam alel yang berbeda/heterozigot
|
Jumlah
Macam
Gamet
|
Jumlah
Macam
Fenotipe
|
Jumlah
Macam
Genotipe
|
Jumlah
Kombinasi
|
|
n
|
2n
|
2n
|
3n
|
2(n)2
|
|
1
|
21
|
21
|
31
|
2(1)2
|
|
2 dst
|
22 dst
|
22 dst
|
32 dst
|
2(2)2 dst
|
Penyimpangan semu hukum Mendell terjadi jika hasil yg diperoleh dari persilangan 2
individu berbeda dari hasil Hk. Mendel I dan II
¡ HK. Mendel I – pada perkawinan monohybrid, maka
rasio fenotip dasar= 3: 1
¡ HK. Mendel II – pada perkawinan dihibrid, maka
rasio fenotip dasar= 9 : 3 : 3 : 1
Sifat yg diturunkan
tidak dapat dianalisis dg cara Mendel yg sederhana. Hal ini dapat terjadi
sebabperbandingan yang tidak sesuai dengan Hk. Mendel; yaitu akibat
dari interaksi antar alel (rasio fenotipe F2) dan
genetik (muncul sifat baru akibat “gen”)
Jenis penyimpangan:
1) Interaksi alel; yg dominan
– resesif:
¡ dominan tdk sempurna (Incomplete
Dominance), dimana alel dominan tdk dpt menutupi alel resesif
sepenuhnya. Akibat dari kelainan ini adalah lahirnya Individu yg
heterozigot (mempunyai ½ sifat dominan dan ½ sifat resesif
Cth: Pada tanaman Antirrhinum (tanaman
bunga Snapdragon)
P1: MM x mm à Mm (100% merah muda)
P2: Mm x Mm
F2: rasio genotipe = 1 MM : 2 Mm : 1 mm
Rasio fenotipe = 1 Merah : 2 Merah muda: 1 putih
¡ Kodominan (Codominance)Terjadi
ketika 2 alel suatu gen menghasilkan produk berbeda karena alel yang 1 tidak
dipengaruhi oleh alel lain
Cth:
Pada sapi: RR (sapi warna merah) kodominan terhadap rr
(putih)
RR x rr à Rr (roan=coklat
kemerahan/kekuningan)
Pada bulu ayam: BB (bulu hitam) sedominan terhadap bb
(putih)
BB (hitam) x bb
(putih) à Bb (blue Andalusia)
Pada anjing Husky: BB (bermata biru) x bb (mata
coklat)
BB x bb à Bb (bermata biru dan coklat)
¡ alel ganda (variasi 2 atau lebih gen
sealel) dapat terjadi karena mutasi (perubahan pada struktur molekul DNA yg diwariskan
pd keturunannya). Hasil dari mutasi sifat tersebut adalah banyak variasi
alel dengan 1 gen. gejala dari penyakit ini adalah adanya 2
atau lebih fenotip yang muncul dalam suatu populasi = polimorfisme
Cth:
1. Gen A bermutasi mhslkn à a1, a2, a3 (@
fenotip berbeda)
Jd gen A ada 4 mcm varian: A, a1, a2, a3
2. Gen yg mengatur wrn rambut kelinci (C)
Ada 4 alel: C, cch, ch, c.
Urutan dominansi: C > cch > ch > c
¡ alel letal (akan dijelaskan lebih lanjut di bawah)
2) Interaksi Genetika terjadi bila 2 / lebih gen mengekspresikan protein
enzim yg mengkatalisis langkah-langkah dalam suatu jalur bersama. Akibat
dari kelainan ini adalah rasio tidak sesuai dg Hk. Mendel dan menunjukkan
adanya variasi .
Berikut penyebab interaksi genetika:
¡ Atavisme terjadi jika sifat
baru muncul akibat dr interaksi dari beberapa gen.
Cth atavisme: sifat genetis jengger ayam
melalui persilangan ayam berjengger Rose (RRpp)
x Pea (rrPP), muncul penyimpangan atavisme,
yaitu ditemukannya sifat baru pd jengger ayam (walnut dan single)
4 bentuk jengger ayam:
1)
Walnut: R_P_ (hsl interaksi 2 gen yg berdiri sndiri),
2) Rose: R_pp,
3)Pea/biji: rrP_ ,
4)
Single/belah: rrpp (hsl interaksi 2 gen resesif)
Hasil dengan walnut pada F1 dan single/belah pada F2:
Walnut (R_P_ ) = 9
Rose (R_pp) =
3
Pea/biji
(rrP_) = 3
Single/belah
(rrpp) = 1
>Gambar dari: Rose, single, walnut dan
pea
¡ Polimeri bersifat kumulatif (saling menambah) dan
terjadi ketika: interaksi antara 2 gen atau lebih (gen
ganda). Gen ganda à menumbuhkan suatu sifat akibat kumulatif
kerja sama banyak gen
Cth : persilangan pd biji gandum (biji merah x biji putih)
P: M1M1M2M2
(merah gelap) X m1m1m2m2 (putih)
G:
M1M2
m1m2
F1:
M1m1M2m2
(100% biji
gandum merah sedang)
P2:
M1m1M2m2
X M1m1M2m2
Hasil:
M1M1M2M2 = merah sangat tua
M1m1M2m2 = merah sedang
m1m1M2m2 = merah sangat muda
m1m1m2m2 = putih
¡ Kriptomeri adalah sifat gen dominan yg
tersembunyi jika berdiri sendiri. Jika gen ini berinteraksi dengan gen dominan
lainnya, sifat gen dominan yang tersembunyi akan
muncul ( dalam contoh, sifat yang muncul adalah warna ungu)
Cth:
A (antosianin) bertemu B (asam) à ungu (9)
A (antosianin) bertemu b (basa) à merah (3)
a (tidak ada antosianin) bertemu B (asam) à putih (4)
______________”_____________ b (basa) à putih (4)
Sehingga, hasil akhirnya pun akan menyebabkan ratio fenotipe yang muncul=
Ungu : merah : putih = 9 : 3 : 8
.
¡ Komplementer terjadi jika ada interaksi beberapa
gen yang saling melengkapi
Hal ini dapat dilihat pada persilangan Lathyrus
adoratus, dimana terjadi persilangan sifat alel antara alel pigmentasi
(C atau c) dan enzim pengaktif pigmen (P atau p).
Pada kasus ini, jika terdapat 2
gen resesif antara kedua alel, maka sifat
fenotip akan muncul.
Hasil yang akan dicapai adalah:
UNGU (C_P_ ) = 9
Putih (C_pp) = 3
Putih (ccP_) = 3
Putih (ccpp) = 1
Ratio fenotipe ungu : putih = 9 : 7
Contoh lain adalah pada pesilangan antara 2 penderita bisu tuli
Dalam kasus ini, Jika terdapat 2 gen dominan, maka sifat fenotip akan
muncul
Hasil yang dicapai adalah:
Normal (C_P_ ) = 9
Bisu (C_pp) = 3
Tuli (ccP_)
= 3
Bisu Tuli (ccpp) = 1
Ratio fenotipe normal : BisuTuli = 9 : 7
¡ Gen Letal (akan dijelaskan lebih lanjut di bawah)
¡ Epistasis vs hipostasis: Epistasis adalah
sebutan untuk gen yg memengaruhi/menghalangi gen lain dan hipostasis adalah
sebutan untuk gen yg dipengaruhi/dihalangi gen lain. Jadi jika epistasis
menutupi, maka hipostasis ditutupi
Jenis-jenis Epistasis:
¡Epistasis dominan
¡Hal ini dapat dilihat dari persilangan dari alel yang
menentukan warna labu.
¡ Pada gen dengan alel P dan p untuk
menentukan warnanya labu, gen dengan alel dominan (P_) menutupi
gen lain
¡ Maka (P_ _ _) akan berwarna putih.
¡Pada persilangan pertama antara Labu putih (PPKK) dan
labu hijau (ppkk), maka akan dicapai F1 = labu putih 100%.
¡Pada persilangan antara kedua labu putih dari F1,
maka hasil yang dicapai:
¡ Labu putih
(P_K_ ) = 9
¡ Labu putih
(P_kk)
= 3
¡ Labu Kuning
(ppK_) = 3
¡ Labu
Hijau (ppkk)
= 1
¡ Ratio fenotipe labu putih : kuning :
hijau = 12 : 3 : 1
¡Epsitasis Resesif
¡Hal ini dapat dilihat pada persilangan dari alel yang
menentukan warna bulu tikus.
¡Pada persilangan tersebut, Gen dengan alel
homozigot resesif (hh) menutupi gen lain
¡Hasil dari persilangan tikus adalah:
¡Tikus abu agouti (H_A_ ) = 9
¡Tikus Hitam
(H_aa) = 3
¡Tikus putih (hhA_)
= 3
¡Tikus putih (hhaa)
= 1
¡Ratio Fenotipe bulu tikus abu-abu : hitam: putih=
9 : 3 : 4
¡Epsitasis Dominan Rangkap
¡ Terjadi jika ada ≥ 2 Gen dengan alel
dominan (A_ dan B_) yangmenutupi gen lain,
menyebabkan munculnya 1 fenotipe.
¡ Cth: Gen A_ dan B_ akan
menghasilkan biji segitiga
¡ Hasil dari persilangan tersebut:
¡Biji segitiga
(A_ B_ ) =
9
¡Biji segitiga
(A_bb) = 3
¡Biji segitiga
(aaB_) = 3
¡Biji bulat
(aabb) = 1
¡ Ratio Fenotipe biji segitiga :
bulat = 15 : 1
Sistem golongan darah ABO:
Tiap individu memiliki kombinasi antigen dan antibodi berbeda supaya tidak
terjadi penggumpalan darah. Kombinasi tersebut akan menentukan golongan darah
manusia. (A, B, AB, O)
Berikut kombinasi antigen dan antibodi dalam darah seseorang:
– Golongan darah A mempunyai antigen
A dan antibodi anti-B
– Golongan darah B mempunyai antigen
B dan antibodi anti-A
– Golongan darah AB mempunyai antigen A dan antigen B
tetapi tidak mempunyai antibodi anti-A dan anti-B
– Golongan darah 0 tidak mempunyai antigen A dan dan anti
gen B tetapi mempunyai antibodi anti-A dan anti-B
Sistem golongan darah ABO ditentukan oleh 3 alel yaitu IA, IB, dan
i. I yang dimaksud adalah Isoaglutinin, suatu protein yang terdapat pada
permukaan sel eritrosit.
• jika mempunyai alel IA = mampu membentuk antigen-A,
• jika mempunyai alel IB = mampu membentuk antigen-B,
• jika mempunyai alel i = tidak mampu membentuk antigen sama sekali.
Kombinasi pada golongan darah tertentu:
– Golongan darah A mempunyai antigen A, alel IA, genotip IAIA atau
IAi
– Golongan darah B mempunyai antigen B, alel IB, genotip IBIB atau
IBi
– Golongan darah AB mempunyai antigen A dan B, alel IA dan IB,
genotip IAIB
– Golongan darah O tidak mempunyai antigen A dan B, alel i, genotip
ii
hasil dari tes darah tersebut menunjukan dua hal penting pada sistem golongan
darah ABO :
– Pertama : golongan darah ABO memiliki alel ganda (adanya lebih dari dua
alel dalam suatu gen yang berada pada suatu populasi).
– Kedua : golongan darah ABO memiliki keadaan heterozigot fenotip, dimana
suatu alel tidak perlu mendominasi alel lainnya; Karena kedua alel
menyumbangkan efek fenotipnya.
Tabel kecocokan RBC:
Sistem golongan darah MN terjadi berdasarkan adanya perbedaan jenis
antigen glikoprotein pada membran sel darah merah (glikoforin A).
Reaksi imunologis -> antigen glikoforin dengan antibodi.
¡Maka terdapat dua macam antigen glikoforin : M dan N
Untuk menghasilkan antigen atau kombinasi antigen, golongan darah MN perlu
bergantung pada gen kodominan, yaitu alel LM dan alel LN (L=Landsteiner)
Berdasarkan kombinasi kedua alel, maka dua anti serum yang ada adalah:
anti-M dan anti-N
Keterangan: (+) terjadi penggumpalan; (-) tidak terjadi penggumpalan.
N
|
Tipe Antigen orang tua
|
Tipe antigen pada anak
|
Tipe antigen yang tidak mungkin
|
|
M X M
|
M
|
N, MN
|
|
N X N
|
N
|
M, MN
|
|
M XN
|
MN
|
N, M
|
|
MN X MN
|
M, N, MN
|
-
|
|
N X MN
|
N, MN
|
M
|
|
M X MN
|
M,MN
|
N
|
Golongan darah Rh (Rhesus) ditemukan pada eritrosit kera “rhesus”.
Golongan darah ini dibagi 2, menurut reaksi penggumpalan yang terjadi. Reaksi
ini terjadi antara antigen sel darah merah dan anti serum Rh.
Hasil tersebut adalah Rh positif dan Rh negatif.
¡Rh positif memiliki antigen factor Rh di sel darah
merah (punya aglutinogen tapi tidak punya antibodi)
oMenerima darah dari Rh positif tidak ada
penggumpalan, karena tidak ada reaksi antibodi.
oMenerima darah dari Rh negatif tidak ada
penggumpalan, karena tidak memiliki antibodi.
¡ Rh negatif tidak memiliki antigen factor
Rh di sel darah merah (tidak ada aglutinogen tapi punya antibodi)
o Menerima darah dari Rh positif
awalnya tidak ada penggumpalan (belum terbentuk antibodi).
o Saat kedua kali resipien menerima akan
terjadi penggumpalan (adanya antibodi).
Kelebihan jumlah antibodi yang terbentuk menyebabkan bayi yang lahir
mengalami erythroblastosis fetalis, yaitu penyakit
anemia kronis disebabkan oleh hemolisis sel darah merah.
¡ Pencegahan dapat dilakukan dengan
memberi suntikan anti serum anti-Rh kepada ibu Rh negatif. Anti serum ini akan
merusak sel Rh positif yang masuk ke peredaran darah ibu.
Penentuan kelamin
Berikut adalah kombinasi alel yang akan menciptakan jenis kelamin tertentu
pada organisme-organisme tersebut :
¡ Manusia
XX = perempuan
XY = laki-laki
¡ Serangga (ex: belalang)
XX = betina
XO = jantan
¡ Unggas (ex: chicken)
ZZ /XX= jantan
ZW/XY= betina
¡ Lebah Madu
haplolid (n) = jantan
diploid (2n) = betina
Jenis gamet dapat dibagi menjadi 2, yaitu:
¡ Heterogametik:
XY, XO, ZW
¡Homogametik: XX, ZZ
Berikut adalah perincian dari penentuan jenis kelamin pada organism
tertentu:
¡ Jenis
kelamin manusia (tipe XY)
¡ 46 kromosom (23 pasang) or
¡ 44 untuk tubuh (A) + 2 kromosom sex
¡ 22psg A (AA) + 1 psg sex (XX/XY)
¡ Induk jantan (2n): 44(A)+XY = 22(AA) + XY
¡ Sperma(n)= 22 (A)+X dan 22(A) + Y
atau 11 (AA) + X atau 11 (AA) +Y
¡ Induk betina (2n): 44(A)+XX = 22 (AA) +
XX
¡ Ovum (n) = 22
(A)+X dan 11 (AA) + X
¡ Jenis kelamin serangga (tipe XO)
¡ Terjadi pada Ordo Hemiptera (kepik)
dan Orthoptera (belalang)
¡ Jantan = heterogametik
¡ Sel gamet à X dan O (- kromosom
kelamin)
¡ Hewan jantan : XO
¡ Hewan betina : XX
¡ Cth: serangga tipe XO (mis:
belalang Melanoplus differentialis)
¡ Belalang betina = 24 kromosom
(22A + XX)
¡ Belalang jantan = 23 kromosom (22A + XO)
¡ Jenis
kelamin unggas (tipe ZW)
¡Terdapat pada burung (+ unggas), kupu-kupu,
ngengat, dan beberapa jenis ikan.
¡ Cth: pada unggas ayam
¡ Induk jantan (2n): 38(A)+ ZZ atau 19
(AA) + 1 (ZZ)
¡ Sperma (n) = 19(A) + Z
¡ Induk betina (2n): 38(A)+ ZW atau 19
(AA) + 1 (ZW) –> Z dan W
¡ Ovum (n) = 19(A)
+ Z dan 19(A) + W
¡ Anak:
¡ Z x Z = ayam jantan (ZZ)
¡ Z x W = ayam betina (ZW)
¡ Jenis Kelamin lebah madu
¡ Lebah jantan = n (16 kromosom)
¡ Lebah betina = 2n (32 kromosom)
¡ Lebah jantan membuahi à 50% (16
kromosom)
¡ 16 (dari jantan) + 16 dari betina =
32(2n)= betina
¡ 0
+
16____”____ = 16(n)=jantan (PARTENOGENESIS)
¡ PARTENOGENESIS=individu baru terbentuk dari
telur yg tdk dibuahi (berasal dari ratu lebah/ betina)
¡ Sehingga, jika lebah betina menginginkan anak
berkelamin betina, maka ia akan mencampurkan telur/ovum dengan sperma dari
lebah jantan.
Kelainan pada penentuan jenis kelamin dapat dibagi menjadi 2 jenis: tautan
dan pindah silang.
Kelainan ini terjadi sebab jumlah gen suatu organism lebih banyak dari
jumlah kromosomnya, yaitu 40.000 gen dan 22 autosom yang berbeda + kromosom
kelamin (XX atau XY).
Tautan adalah suatu kelainan dimana pada saat persilangan alel suatu gen,
ada alel-alel yang tak dapat dipisahkan, sehingga mengecilkan variasi ayng
dapat dicapai dari persilangan tersebut.
Tautan dapat terjadi pada kromosom tubuh maupun kromosom kelamin.
¡ Tautan non-kelamin/ tautan
autosomal adalah tautan yang terjadi pada tubuh.
¡ Tautan seks adalah tautan yang
terjadi pada kromosom kelamin.
• Gen yang terpaut pada kromosom kelamin akan
diturunkan bersamasama gen penentu jenis kelamin.
• Terpaut pada kromosom X Sex linked
• Terpaut pada kromosom Y Holandrik
Contoh tautan
¡ Pada genotipe AaBbCcDd Gen ABC berpautan
¡ Pada persilangan, yang terjadi:
o pemisahan huruf: A B C D
o karena berpautan, maka ABC dan abc tidak boleh
dipisah.
o gamet yang tercipta= ABCD, ABCd, abcD, abcd
¡ Jadi, kalau ABC berpaut, ada 4 gamet yg
terbentuk.
¡ Kalau
secara normal (tidak berpaut), gametnya ada 2n = 24 =16 macam gamet.
Kelainan dan penyakit genetik
¡ Kelainan genetik (genetic abnormality): Penyimpangan
dari sifat umum atau sifat ratarata manusia.
¡ Penyakit genetik (genetic disorder):
penyakit yang muncul karena tidak berfungsinya faktor-faktor genetik yang
mengatur struktur dan fisiologi tubuh manusia
Kedua hal ini disebabkan oleh mutasi gen, yaitu perubahan susunan gen yang
umumnya tidak sempurna atau cacat. Alel mutan ini bersifat resesif, walau ada
juga yang bersifat dominan.
Alel/gen letal adalah Alel/gen yg menyebabkan kematian suatu individu.
Biasanya terjadi pada homozigot, dan kematian terjadi pada stadium embrio awal/
sampai beberapa waktu setelah dilahirkan. Jika terjadi pada heterozigot =
subletal (dpt hidup sehat smp dewasa).
Alel/gen letal terbagi menjadi 2 jenis:
¡ Alel letal resesif:
¡ homozigot resesif à mati
¡ Heterozigot à normal, tdk
memperlihatkan kelainan
¡ Cth: albino sapi buldog (dd), anemia sel
bulan sabit/sicklemia (mati pd ss), Ichtyosis congenita (bayi
lahir dgn kulit tebal dan banyak luka terutama di tempat-tempat lekukan: ii),
tumbuhan albino (aa; A=yg punya klorofil), kelinci pelger (gangguan pada sumsum
tulang).
¡ Alel letal dominan
¡ HOMOZIGOT DOMINAN à MATI
¡ Heterozigot à subletal (dpt hdp
sehat hingga dewasa)
¡ Cth: thalasemia mayor (ThTh), Ayam
creeper (CrCr), Tikus kuning; TT (warna bulu kuning – homozigot
dominanàmati), Huntington’s choreav (HH), Brakhidaktili(BBàmati,
Bbàcacat, bbànormal), sickle cell (SS à mati), thalasemia
(ThThàmati).
Alel/gen letal juga dapat digolongankan menurut penyebabnya, yaitu:
¡ Disebabkan
faktor alel tunggal autosomal yang dominan.
¡ Disebabkan faktor alel tunggal
autosomal yang resesif.
¡ Disebabkan alel tertaut dengan
kromosom seks/kelamin.
¡ Disebabkan pengaruh aberasi
kromosom.
Pewarisan Alel Autosomal Dominan (ZZ, Zz or Z_ )
¡ Alel dominan yang mematikan lebih
sedikit ditemukan dari pada alel resesif mematikan.
¡ Alel
dominan letal merupakan hasil mutasi dalam gen sperma atau ovum; yang
selanjutnya membunuh keturunan yang sedang berkembang.
Berikut adalah contoh-contoh dari penyakit yang disebabkan oleh autosomal
dominan:
¡ Fenilketouria (F_) Merupakan
kelainan pada manusia dimana tidak mampu melakukan metabolism fenilalanin,
sehingga kadar fenilalanin tertimbun di darah dan di buang melalui ginjal.
o Fenilalanin merupakan asam amino esensial yang
didatangkan dari luar tubuh.
o Orang penderita fenilketouria mengalami
keterbelakangan mental dan IQ rendah
¡ Talasemia (ThTh=mati) Merupakan
kelainan genetik (penyakit genetik) yang disebabkan rendahnya kemampuan
pembentukkan hemoglobin (terjadi karena gangguan salah satu rantai globin).
Thalasemia menyebabkan kemampuan eritrosit dalam mengangkut oksigen rendah
(anemia).
o ThTh = penderita (Thalasemia mayor) = mati
o Thth = normal heterozigot (Thalasemia minor)
o thth = normal
¡ Botak (B_) memiliki gen dominan b,
yang memiliki sifat rambut normal. Bb pda perempuan tidak menyebabkan botak
karena hormone estrogen menutupi sifat kebotakan tersebut.
o BB- pria:Bald; wanita:Bald
o Bb- pria:Bald; wanita: not Bald
o bb- pria:not Bald; wanita:Bald
¡ Polidaktili
(PP dan Pp atau P_ ) merupakan kelainan dimana terjadi kelebihan
jumlah jari tangan dan kaki. Cacat menurun ini diwariskan gen autosom dominan
P, sedangkan gen p untuk normal.
o PP=penderita polidaktili
o Pp=penderita polidaktili
o pp =normal
¡ Brakidaktili (Bb) merupakan
kelainan pada ruas-ruas jari yang memendek pada manusia. Kelainan ini
disebabkan oleh gen dominan B yang bersifat letal jika dalam keadaan
homozigot dominan (BB).
o BB=mati pd masa embrio
o Bb=penderita
o bb=normal
¡ Anonychia (Ac_) merupakan kelainan pada jari sehingga
tidak terdapat kuku. Gen resesif “ac” tidak menimbulkan kelainan (normal)
o AcAc = menderita anonychia
o Acac = menderita anonychia
o acac = normal
¡ Dentinogenesis Imperfecta (Dt_) merupakan
kelainan pada gigi manusia yang mengakibatkan tulang gigi (dentin) berwarna
seperti air susu. Gen resesif “dt” tidak menimbulkan kelainan (normal)
o DtDt = menderita dentinogenesis
o Dtdt = menderita dentinogenesis
o dtdt = normal
¡ Huntington ( ada alel H or H_) adalah
suatu penyakit yang menyebabkan penderitanya menggelengkan kepala pada satu
arah karena terjadi degenerasi sistem saraf yang cepat dan tidak dapat balik.
Penyakit ini disebabkan alel dominan H (H_). Dengan satu alel saja
semua individu heterozigot akan mendapat Huntington.
¡ Akondroplasia (A_) lebih
dikenal secara umum dengan kekerdilan dan terjadi pada 1 : 10.000 orang.
Penyebabnya adalah tidak terbentuknya komponen tulang rawan pada kerangka tubuh
secara benar. ciri-ciri dari penyakit ini adalah kaki dan lengan tidak normal
(pendek), tinggi kurang dari 1,2 m
<!--[if !vml]--><!--[endif]-->
B. Pewarisan Alel Autosomal Resesif (zz)
¡ Perkawinan sekerabat akan lebih besar
kemungkinannya menghasilkan keturunan yang homozigot untuk sifat resesif yang
berbahaya.
§ Homozigot Dominan = Normal
§ Heterozigot = Normal (karier)
§ Homozigot Resesif = Penderita
Berikut adalah contoh-contoh dari penyakit yang disebabkan oleh autosomal
resesif:
¡ Anemia Sel Sabit (Sickle Cell
Anemia)-ss=letal adalah suatu penyakit menurun yang disebabkan bentuk
eritrosit seperti bulan sabit, sehingga afinitasnya terhadap oksigen sangat
rendah. Kelainan ini disebabkan oleh gen resesif s, dan alelnya gen S untuk
sifat normal. Dalam keadaan homozigot dominan, ss bersifat letal.
¡ Fibrosis sistik (cc) adalah suatu
penyakit dimana saluran kolrida penderita rusak / tidak ditemukan di
dalam membran plasma. Penyakit ini biasanya terjadi pada 1:2500 orang eropa.
Gen fibrosis sistik berfungsi untuk mengkode suatu protein membran yang
berfungsi dalam pengangkutan ion Cl- antara sel-sel tt dengan fluida ekstra
sel. Akibat dari penyakit ini adalah konsetrasi ekstrasel meningkat,
mengakibatkan lendir yang menyelubungi sel tertentu menebal, sehingga
memudahkan terjadi infeksi bacterial. Cara menyembuhkan penyakit ini adalah
dengan penepukan dada atau memakai dosis antibiotik per harinya.
§ CC = normal
§ Cc = normal karier
§ cc = penderita
¡ Galaktosemia (gg) adalah
suatu penyakit yang terjadi setiap 1:100000 menyebabkan penderitanya tidak
dapat menghasilkan enzim dan memecah laktosa yang lalu akan digunakan dalam
proses glikolisis utk membentuk glikogen. Hasil akhir dari penyakit ini adalah
kerusakan mata, hati, dan otak; malnutrisi, diare, dan muntah-muntah. Cara
mendeteksi penyakit ini dengan cara tes urin dan diobati dengan diet bebas
laktosa
§ GG = normal
§ Gg = normal Karier
§ gg = penderita
¡ Albino (aa) penyakit ini disebabkan
karena tubuh penderita tidak dapat menghasilkan pigmen melanin, sehingga rambut
dan badannya putih. Mata penderita pun akan menjadi cacat, sebab mereka
memiliki penglihatan yg sensitif terhadap cahaya karena iris penderita tidak
memiliki pigmen.
§ AA = normal
§ Aa = normal
§ aa = penderita
Pewarisan Alel Resesif Tertaut Kromosom Seks Kelamin X (Xz)
§ Anak laki-laki lebih banyak memiliki
kelainan.
§ Ayah mewariskan kromosom X ke semua anak
perempuan, tapi tidak anak laki-laki.
§ Ibu mewariskan kromosom X ke anak
perempuan maupun laki-laki.
Berikut adalah contoh-contoh dari penyakit yang disebabkan oleh alel resesif
tertaut kromosom X:
¡ Buta Warna (Xcb or Xbt) adalah
penyakit keturunan yang menyebabkan seseorang tidak bisa membedakan warna merah
dengan biru, atau kuning dengan hijau. Penyakit ini disebabkan oleh gen resesif
cb (color blind)
§ XX, XY, XXcb = normal
§ XcbY, XcbXcb = penderita
¡ Distrofi Otot (duchenne muscular
dystrophy) – (Xd) disebabkan karena pada tubuh penderitatidak
ada protein otot (distrofin) sehingga penderita mengalami kelemahan otot dan kehilangan
koordinasi. Gejala dari penyakit ini adalah kelemahan otot,
kelumpuhan, menghasilkan fiksasi (kontraktur) otot di sekitar sendi dan
minimnya mobilitas. Penderita umumnya tidak dapat hidup sampai usia 20 tahun.
<!--[if !vml]--><!--[endif]-->
¡ Hemofilia (Xh) adalah penyakit
keturunan yang mengakibatkan darah seseorang sukar membeku karena tidak adanya
suatu protein khusus untuk penggumpalan darah. Darah penderita hemofilia akan
membeku sekitar 50 menit – 2 jam. Hal ini akan mengakibatkan penderita
mengalami kehilangan banyak darah dan dapat menimbulkan kematian.
§ Rumus (Xh)
· XHXH atau XX = wanita normal
· XHXh = wanita carier hemophilia
· XhXh = penderita wanita
· XH Y atau XY = pria normal
· XhY = pria penderita hemofilia
§ Contoh silsilah penyakit hemofilia adalah pada
keluarga kerajaan Eropa. Ratu Victoria dari Inggris menderita hemofilia.
¡ Anodontia (Xa) adalah suatu
penyakit dimana penderita tidak memiliki gigi (ompong)
§ XAXA atau XX = wanita normal
§ XAXa = wanita carier anodontia
§ Xa Xa = penderita wanita
§ XA Y atau XY = pria normal
§ Xa Y = pria penderita anodontia
Pencegahan Kelainan dan Penyakit Genetik
§ Tidak menular, melainkan diwariskan.
§ Bersifat bawaan, belum bisa disembuhkan.
§ Beberapa mematikan, sebagian menyebabkan
cacat seumur hidup atau membutuhkan terapi.
§ Pencegahan:
o Mencegah pernikahan dengan kerabat dekat.
o Pengujian pada janin (terutama jika suami/istri
punya sejarah penyakit genetik)
Perbaikan Mutu genetic dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
¡ Seleksi atau memilih, dimana
Gen-gen unggul diwariskan. Praktek ini telah dilakukan sejak dahulu kala oleh
manusia.
¡ Hibridisasi adalah
perkawinan antara dua individu berupa tanaman atau hewan yang sama
spesies, tapi berbeda sifat genetik. Hasil dari praktek ini
akan menghasilkan individu dengan semua sifat dominan. Hal ini dilakukan pada
hewan bertujuan untuk meningkatkan sumber protein dalam waktu singkat.
• Jenis Hibridisasi pada Hewan
§ Persilangan Sanak (Inbreeding)
: dilakukan pada betina dan jantan dari satu keluarga (Closebreeding).
Bertujuan untuk menghasilkan keturunan yang bergalur murni.
§ Persilangan Murni (Pure Breeding)
: dilakukan pada betina dan jantan dariras yang sama. Bertujuan
untuk mendapatkan keturunan yang homozigot.
§ Persilangan Luar (Cross Breeding) :
dilakukan pada Jantan dan betina dariras yang berbeda. Bertujuan
mendapatkan keturunan dengan sifat-sifat baru.
§ Persilangan Baur (Up Breeding) : dilakukan pada
Jantan yang unggul (luar negeri) dan betina lokal. Bertujuan memperbaiki
mutu hewan di daerah setempat (lokal).




















0 komentar:
Posting Komentar